Kayu Cendana Wangi merupakan kayu salah satu pilihan untuk bahan warangka keris ataupun tombak yang banyak diminati dan dicari oleh para pecinta pusaka tosan aji, terutama di daerah Solo (Surakarta) dan sekitarnya.

Kayu cendana wangi berasal dari daerah Sumbawa dan Timor Timur. Kayu Cendana Wangi terkenal karena aromanya yang sangat harum, lebih harum daripada kayu cendana jawa yang ditanam di Pulau Jawa.

Pohon kayu cendana wangi dikenal dengan nama latin Album Santalum yang berciri ciri berkulit batang dengan texsture yang kasar. Bila cara penebangan dan pengeringan kayunya kurang tepat maka permukaan dari kayu cendana sangat mudah untuk pecah. Daun cendana berbentuk kecil-kecil dan berpola bulat telur dan tidak rindang. Kayunya pun mengandung minyak yang dipakai sebagai bahan pengharum juga.

Ada sebuiah cerita yang datang dari tanah Jawa, konon ketika pernah ada kepercayaan yang mengatakan bahwa, jika seseorang datang menengok orang sakit parah dengan mengenakan keris berwarangka kayu cendana, maka tuah kayu cendana itu akan mempercepat kesembuhan dari orang yang sakit tersebut. Kepercayaan semacam itu mulai hilang seiring dengan perkembangan zaman dan budaya mulai ditinggalkan di era modern seperti ini. Tetapi bagi yang percaya, kayu cendana wangi adalah bahan kayu terbaik guna menjaga tuah dari bilah keris yang tersimpan didalamnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *