Sejarah Makna Keris Pandawa Luk 5 merupakan keris yang banyak peminatnya, dapur pandawa merupakan Keris Luk 5 sendiri sudah sangat fenomenal dikalangan para pecinta tosan aji. Penggambaran rukun Islam oleh Sunan Kalijaga digambarkan melalui lima kesatria Pandawa. Tuah Keris Pandawa sendiri dipercaya memiliki tuah yang baik bagi sang pemilik

Sejarah Makna Keris Pandawa

Inspirasi bisa datang dari manapun. Bisa dari siapa dan apa saja, tak terbatas seperti halnya keris Tuah Keris Pandawa sendiri diartikan sebagai pendalaman wawasan. Kebanyakan orang tentu mengetahui kisah dari pandawa lima, karena banyak diceritakan dalam kisah pewayangan dan serial film / televisi. Makna Keris Pandawa lima merupakan penggambaran manusia. Penggambaran tentang bagaimana kematangan seseorang dalam bersikap. Dan disini penggambaran fase penggambaran liku manusia dalam karakter pandawa

Watak Wayang Sadewa Dalam Tuah Keris Pandawa

Orang yang berada di fase ini, adalah mereka-mereka yang merasa bak sebagai dewa. Merkea mersa hebat atau merasa ‘paling’. Tak ada yang salah dengan orang yang merasa hebat. Hanya saja, biasanya orang yang sungguh-sungguh hebat, kebanyakan tidaklah merasa. Seperti paweling Jawa : “ojo rumongso biso, nanging biso‘o rumongso” artinya “jangan merasa bisa, tapi bisalah merasa” (tahu diri).

Watak Wayang Nakula Dalam Filosofi Sejarah Keris Pandawa

Ini adalah tahapan saat seseorang mulai banyak berpikir (kritis). Banyak mempertanyakan tentang peristiwa dan apapun. Isi kepalanya selalu penuh tanda tanya. Bukan karena ia tidak mengerti akan banyak hal, namun karena ada kegelisahan dalam hati, menuntut jawaban atas setiap remah cerita penuh misteri yang ditawarkan semesta. Selalu mengedepankan rasio.

Watak Wayang Arjuna Dalam Makna Keris Pandhawa

Kaum hawa tentu fasih mengenal nama ini. Arjuna digambarkan sebagai orang yang ala kadarnya. Hanya memakai jubah, tak memakai perhiasan untuk menarik perhatian. Sosoknya menarik, bukan karena ketampanan lahiriah. Fase ini menggambarkan manusia seperti cawan yang kosong dan siap menampung ilmu kehidupan. Ia akan membiarkan diri kosong agar bisa menerima banyak hal. Ia akan menarik dengan sifatnya yang rendah hati. Seperti padi, berisi namun tetap akan selalu menunduk. Mungkin ini kalimat yang tepat untuk menggambarkannya.
Watak Wayang Bima Dalam Arti Keris Pandhawa
Dalam kisah pewayangan, fase ini memiliki cerita paling panjang. Fase ini adalah masa mencari jati diri secara mendalam. Manusia menerjemahkan visi dan berusaha mencapainya. Bisa lari ke puncak tertinggi, atau menyelam ke dasar laut terdalam. Ini adalah masa mencari tujuan hidup dan meresapi saripati hidup. Bima digambarkan memakai kalung ular, menggambarkan seorang yang bijak sekalipun mungkin pernah menjadi jahat. Masa lalu yang buruk tidak untuk dihilangkan dan dilupakan, di kubur di tempat terdalam. Masa lalu yang buruk, sebaiknya menjadi pengingat, seseorang pernah melakukan kesalahan, cukup diingat tidak untuk diulang. Berdamailah dengan masa lalu, tak perlu menutupinya.
Yudhistira Dalam Simbol Keris Pandhawa
Ini adalah fase kematangan kepribadian. Tahap ini adalah masa dimana seseorang benar-benar telah mampu menyerap ilmu kehidupan. Konon Yudhistira juga seorang yang tak pernah berbohong. Kesombongan bisa jadi sudah tak ada dalam dirinya. Ia belajar memahami tidak lagi menghakimi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *